Selasa, 12 Mei 2015

TERIAKAN ANAK BANGSA
Kala mentari tlah berada di ambang senja
Ku duduk termenung di taman impian
Melihat Ibu pertiwi yang sedang berpangku tangan
Generasi muda yang berpendidikan
Merajut kembali masa – masa yang akan datang
Pun mereka ingin menggapai cita – cita
‘Tuk menuju kejayaan Indonesia
Tapi, hati dan asa mereka
tertutupi oleh kekeliruan
Persatuan dan kesatuan yang dulu ada
kini semakin tersingkirkan
Andai alam dapat berbicara
Ia pasti mendendangkan kesedihannya
memberikan pesan ‘tuk negeri Indonesia

Alam pun bertanya
“Kapankah harapan anak bangsa yang indah jadi nyata?”

Kamis, 07 Mei 2015

“SAJAK  KECIL  BUAT  INDONESIAKU”
(shiva khoirun nisa)
Sungguh
betapa cantik kau INDONESIAKU
Langitmu membiru terhampar di antara laut nan luas
Bening sungaimu mengaliri sawah dan ladang
Ketika senja indah dan merona di batas juang
Ingin ku bicara empat mata denganmu
oh... INDONESIAKU
Akan kau bawa kemana aku di hari esok?
Sedangkan merah putih tlah ku ikat erat di dahiku
Lencana burung garuda
membentengi jantungku yang masih berdenyut
Dan biarkan aku dendangkan tembang Bagimu Negeri
atau, jemariku memetik kecapi
dan menari serimpi

Oh....INDONESIAKU                          
Hanya sajak kecil ini yang ku sembahkan untukmu
Sebagai ikrar cintaku padamu
INILAH KAMI

Ketika kami mulai berlari
Ingin rasanya kami kembali
Menoleh ke belakang lagi
Namun, mustahil itu terjadi
Karna kami harus terus berlari
Mengejar mimpi
yang akan membawa terbang ke langit tinggi
Dalam harap kami berjanji
Akan terus berkarya
hingga penghujung mentari
Kami menyadari
tatkala beban negeri ada di pundak ini
Dan kami akan bangun Indonesia
dengan kreasi
ANAK JALANAN
Baiklah
aku akan mengalah
Baiklah
aku akan pergi berkelana
Akan ku serahkan segala keluh kesah
dalam untaian syair di jalanan
Aku ini hanyalah insan sampah
Berterbangan dan
berhamburan di tengah hamparan kemegahan
Aku merusak indahnya kota nan megah
Membuat gaduh di setiap pemberhentian
Dan tak tau malu meminta recehan
Sedih,
Pilu rasanya
saat ku lihat jauh di sana
para petinggi mengumbar janji
argumen – argumen murahan dipertaruhkan
demi merebut kursi jabatan
mereka membanggakan dunia
yang tak ubahnya seperti neraka
Ah......
aku bahkan bingung
mengapa janji itu tak dapat merubah hidupku
padahal,
berjuta mimpi dan harapan
ingin sekali ku wujudkan
Namun, apa daya
jika kenyataan menjadi yang terdepan

Baiklah aku akan mengalah
Baiklah aku akan tetap pergi berkelana
Tapi,
izinkan aku untuk meraih asa
KAU YANG SEMPURNA
Kamu seperti cahaya di saat gelap gulita
Mentari yang indah di ufuk senja
Rembulan yang cerah saat purnama
Mata indahmu
yang menghangatkan dunia
Tutur kata lembutmu
yang membangkitkan dunia
Menghiasi hidup sempurna
Tak pernah lelah langkah kakimu
Mengarungi samudra biru
Menembus halangan waktu
untuk meraih asa baru
Kemenangan dirimu
Semangat untuk maju
Kau hidupkan dalam nurani
Kau tancapkan janji suci
Untuk kehidupan kelak nanti
Asa baru
yang pernah kau tunggu
Akan kau kejar sampai temu
Kesabaran membawamu datang
Datang menjemput harapan
Kau curahkan untuk yang di sayang
Dan bahagia akan kau dapatkan
Teriakan....  
mengelu – elukan
Pujian...
bahkan cacian....
Tak kau hiraukan
Kau terus berjalan
demi masa depan
Terimakasih....
Itu hidup sempurna duniamu
Tak ingin orang lain menyentuh
Bahkan menodai ketulusanmu
Aku sahabatmu
sangat menghargaimu...
menyayangimu....
Aku belajar suatu hidup darimu....
Hidup untuk keberhasilan
bukan ambisi di masa depan


Tak pernah lelah
Aku pasti akan mengingatmu
selalu....
Walau batas waktu
tak bisa bertemu
KEPALSUAN
Kupetik satu pelajaran darimu
Kutahu satu sisi hatimu
Hidupmu yang penuh dengan cerita
Jalanmu yang ke sana ke mari
mencari pegangan mencoba menipu setiap asamu
Kau berjalan di atas duri
di atas cerita yang kau buat
Kebohongan yang slalu kau ucapkan
untuk menutupi keinginan hati kecilmu
Kau menipu dirimu sendiri
Dengan segala cara kau mencari alasan
menutupi segala perasaan
Yang kau lihat hanyalah kesepian
Dirimu menderita dengan kepura – puraanmu
Asamu perlahan hilang
dengan segenap cerita yang kau karang
dengan mulut manis kau permainkan kata
Keakrabanmu dengan dunia maya
membuatmu tak tahu
Bahwa kau belum tentu bahagia
dengan apa yang kau lihat

Kasih saynag adalah segalanya
Dan semuanya tak pernah kau lihat
Kesucian dan ketulusan cinta
yang tak pernah kau miliki
SEBUAH KENYATAAN

Kutahu apa yang telah ku lihat
Kehidupan yang penuh dengan dilema
keakraban yang penuh dengan kepalsuan
penuh dengan kepura – puraan

Jalinan seindah ini,
harus ternoda
Tawa,
Sedih,
Bahagia,
adalah lukisan yang sangat buruk
untuk dipamerkan
Penuh amarah dan noda
Kebencian dan hidup dengan topeng kepalsuan !!!!